Showing posts with label Mahabbah. Show all posts
Showing posts with label Mahabbah. Show all posts
Friday, December 16, 2011
DUNIA AKAN MEMBEKU JIKA TIADANYA "CINTA"
Tujuh abad yang lalu Jalaluddin Rumi sufi besar dalam karyanya yang teragung "Matsnawi"mengungkapkan."Jika tiada cinta dunia akan membeku". Cinta baginya adalah umpama lautan luas dan dalam seluas dan sedalam daya jelajah nurani manusia itu sendiri.Cintalah yang semestinya menjadi anak kunci utama bagi hubungan antara manusia antara kebudayaan dan antara sistem hidup yang berbeza.Jelas sekali hari ini akibat corak hubungan manusia yang terlepas dari panduan cinta dan pertimbangan yang rasional telah membawa manusia kepada kebinasaan dan kehancuran.Contoh yang jelas peperangan yang berlaku sesama manusia adalah manifestasi dan iklim hati yang membeku,kecuali perang untuk membela diri dan membela keadilan yang hakiki.
Cinta adalah akar dari segala kebaikkan dan keutamaan hidup manusia.Jesteru itu,Rasulullah saw dalam satu hadithnya memberi panduan yang bermaksud:
"Tidaklah berimah seseorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimanan ia mencintai dirinya sendiri."
Namun disaat peradaban manusia semakin materialistik, sombong, serta tamak haloba,masih adakah telinga yang mahu mendengar pesan-pesan agung para Nabi itu? Dan hakikat ini juga Nabi Isa a.s dikatakan pernah berpesan:"Cintailah jiranmu".
Tidak dinafikan bahawa peradaban yang menguasai arus globalisasi,berkat ilmu dan teknologi moden adalah peradaban yang lahir dan keadaaan hati yang sedang membeku. Akibat kebekuan hati manusia akan lenyapnya kepekaan terhadap nilai baik dan buruk. Baik dan buruk telah dijadikan barang perniagaan tanpa modal Hati yang beku dan tertutup inilah yang dinyatakan dalam Al-Quran suruh Al-Araaf ayat 179..firman Allah yang bermaksud:
"Dan sesungguhnya kami jadikan untuk neraka jahanam banyak jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah) dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dan dengannya dan mempunyai telinga tetapi tidak mahu mendengar ajaran dan nasihat."
Hati mereka sudah buta dan sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya.Implikasi kedua akibat hati adalah hubungan persaudaraan hanya didasarkan semata-mata atas kekuatan benda dan kepentingan-kepentingan duniawi lain. Akibatnya suasana persaudaraan umat manusia di dunia terasa begitu kering dan tandus.Umat Islam berpecah belah dan berperang sesama sendiri dan ajaran persaudaraan sejati seperti yang ditekan oleh al-Quran sudah tidak dihirau lagi semata-mata kerana tarikan kepentingan benda dan bangsa yang lebih diutamakan.
Implikasi ketiga akibat kebekuan hati manusia kita dapat lihat bentuk tindakannya yang rakus,baik terhadap benda mahupun terhadap kekuasaan. Benda dan kekuasaan seseungguhnya apabila jatuh ke tangan hati yang beku akan membawa malapetaka.Kerakusan itu sebenarnya adalah simbol dan struktur batin yang sakit dan tidak bermaya.Malangnya,hari ini banyak sekali manusia tidak mampu melihat bencana yang mungkin ditumbulkan oleh watak manusia yang rakus ini.Ketumpulan wawasan moral dan kerakusan terhadap kebendaan dan kekuasaan sepanjang sejarah telah mencabik-cabikkan prinsip kesatuan umat manusia.
Para sahabat yang dikasihi:
Carilah cinta yang hakiki dan cinta kepada yang lain kerana Allah,janganlah kerana cinta,kita sanggup menggadaikan agama dan maruah kita.Ingatlah kita akan dipersoal kerananya kelak.
Begitulah antara 3 implikasi yang dapat kita sama-sama hayati dan fikir-fikirkan bila mana perasaan cinta yang dikurniakan Allah swt didalam hati manusia itu disalah guna.Ya,memang benar"dunia akan membeku jika tiadanya cinta..membeku dan terhenti dari perkara-perkara kebaikkan,keprihatinan dan kasih sayang.Moga bermanfaat buat semua..insyaALLAH.
Wallahualam.
Friday, December 9, 2011
Bagaimana Cinta dapat Berlabuh
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.
Bagaimana cinta dapat berlabuh
Bila ada dua insan besemayam disana
Bagaimana kapal dapat berlayar
Kalau ada dua lautan lepas disana
Bagaimana kita bertauhid
Kalau ada dua sekutu disana
Bagaimana kita bergerak
Kalau ada keraguan disana
Kita ragu akan Cinta kita
Kita ragu akan agama kita
Akh…tidak Kau katakan..
Tapi kenapa masih ada dua cinta disana
Sang Maha kuasa tidak mau diduakan cintaNya
Sang Pemilik Hukum, pemilik Harta di dunia
Sang segala-galanya, tak mungkin diduakan
Jadi….Mungkinkah ada Cinta dihatimu…?
Kalau ia kau pasti meninggalkan segala yang berlawanan
denganKu
Untuk apa kau katakan dalam solatmu
Allahu Akbar…Allah Maha Besar
Tapi hakikatnya masih ada yang lebih besar kau buat
Alasanmu terlalu banyak…
Dan terlalu dibuat-buat..
Juga terlalu dipaksakan…
Bukan beralasan dari diriKu…
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.
Bagaimana cinta dapat berlabuh
Bila ada dua insan besemayam disana
Bagaimana kapal dapat berlayar
Kalau ada dua lautan lepas disana
Bagaimana kita bertauhid
Kalau ada dua sekutu disana
Bagaimana kita bergerak
Kalau ada keraguan disana
Kita ragu akan Cinta kita
Kita ragu akan agama kita
Akh…tidak Kau katakan..
Tapi kenapa masih ada dua cinta disana
Sang Maha kuasa tidak mau diduakan cintaNya
Sang Pemilik Hukum, pemilik Harta di dunia
Sang segala-galanya, tak mungkin diduakan
Jadi….Mungkinkah ada Cinta dihatimu…?
Kalau ia kau pasti meninggalkan segala yang berlawanan
denganKu
Untuk apa kau katakan dalam solatmu
Allahu Akbar…Allah Maha Besar
Tapi hakikatnya masih ada yang lebih besar kau buat
Alasanmu terlalu banyak…
Dan terlalu dibuat-buat..
Juga terlalu dipaksakan…
Bukan beralasan dari diriKu…
Puisi cinta buat mu...
Aku pasti punya masalah
Tiap kali ingin menulis puisi buatmu.
Entah kenapa, kuasa cintamu lebih hebat
Dari kata-kata yang akan terkeluarkan.
Saat itu langsung aku setuju yang dirimu satu.
Dan hari ini kau menjadi suamiku.
Ampunkan aku kalau aku pernah berkasar,
Ampunkan aku kalau aku pernah mengherdik,
Ampunkan aku kalau aku pernah menjerit,
Ampunkan aku kalau aku pernah terpekik, melolong,
Suamiku, percayalah sebabnya ialah kasih dan cinta.
Akan ku jaga kau seperti ku jaga diriku sendiri,
Memang hidup itu tidak pernah ada jaminan keselamatan,
Bahaya, ancaman di mana-mana
Tapi selagi kau bersamaku,
Aku berjanji akan menjagamu
Setiap saat dan waktu,
Setiap siang dan malam,
Setiap guruh dan hujan,
Setiap panas dan terik,
Setiap nafasku.
Aku sering menadah telapak tangan,
Dan memohon pada Tuhan,
Agar kau, bukan sahaja kau menjadi suamiku,
Tetapi menjadi suami yang disayangi Allah Ta’ala
Suamiku.
Selamat datang ke hidupku,
Selamat menjadi suamiku.
Selamat menjadi bapa pada anak-anakku kelak.
Selamat menjadi menantu ibu bapaku.
Selamat menjadi adik dan abang pada adik-beradikku.
Selamat menjadi keluargaku.
Selamat menjadi pelengkap hidupku.
Selamat menjadi separuh dari aku.
Tiap kali ingin menulis puisi buatmu.
Entah kenapa, kuasa cintamu lebih hebat
Dari kata-kata yang akan terkeluarkan.
Saat itu langsung aku setuju yang dirimu satu.
Dan hari ini kau menjadi suamiku.
Ampunkan aku kalau aku pernah berkasar,
Ampunkan aku kalau aku pernah mengherdik,
Ampunkan aku kalau aku pernah menjerit,
Ampunkan aku kalau aku pernah terpekik, melolong,
Suamiku, percayalah sebabnya ialah kasih dan cinta.
Akan ku jaga kau seperti ku jaga diriku sendiri,
Memang hidup itu tidak pernah ada jaminan keselamatan,
Bahaya, ancaman di mana-mana
Tapi selagi kau bersamaku,
Aku berjanji akan menjagamu
Setiap saat dan waktu,
Setiap siang dan malam,
Setiap guruh dan hujan,
Setiap panas dan terik,
Setiap nafasku.
Aku sering menadah telapak tangan,
Dan memohon pada Tuhan,
Agar kau, bukan sahaja kau menjadi suamiku,
Tetapi menjadi suami yang disayangi Allah Ta’ala
Suamiku.
Selamat datang ke hidupku,
Selamat menjadi suamiku.
Selamat menjadi bapa pada anak-anakku kelak.
Selamat menjadi menantu ibu bapaku.
Selamat menjadi adik dan abang pada adik-beradikku.
Selamat menjadi keluargaku.
Selamat menjadi pelengkap hidupku.
Selamat menjadi separuh dari aku.
Wednesday, December 7, 2011
La tahzan ya Qalbu....
Ya Allah...
Maafkan hati ini.....
Kerana hati ini telah banyak ternoda...
Ya Allah...
Hati ini sungguh sayu....
Sayu mengenangkan dirinya....
Bukan hati ini menduakannya...
Bukan hati ini tak setia padanya....
Tapi hati ini sering kali tertanya dan bertanya...
Kenapa..mengapa....dia bersikap begitu.....
Adakah hatinya telah berubah???
Ya Allah....
Hati ini tidak mampu lagi menghadapi dugaan ini....
Bila mana sedang mengecapi bahagia,,,,.
D saat itu, kelukaan dan kekecewaan menghampiri....
Ya Allah...
Hati ini sedih...
Sedih bila mana ayah ku d kampung sering bertanyakan tentang dia...
Bila dia dan keluargannya akan datang menghantar wakil....
Hati ini sedih bila terkenang akan ayahnya yang sering bertanya tentang cuti ku dan keluargaku...
Tapi dia...
Dia hanya wat hal dia dan berlalu tanpa mempedulikan kami...
Acuh tak acuh je...
Tidak lagi seperti dulu...
sanggup datang memalam....
hujan...
hanya kerana untuk berbincang pasal perkahwinan...
Ya Allah...
Aku malu...
Malu teramat sangat....
Sampai ada yang megatakan aku terlalu mendesak dia....
Aku tidak memahami dia....
Aku terlalu murah....
Aku hanya insan biasa...
yang tidak pernah terlepas dari godaan syaitan,,,
Ya Allah..maafkan aku...
andai ati ini sering berburuk sangka padanya...
Dulu kalanya, dia sanggup datang berjumpa dengan ku untuk berbincang pasal perkahwinan...
Dia minta aku bertanya kepada keluarga ku tentang hantaran dan caranya...
tapi...
bila mana aku sudah bertanya pada keluarga ku....
Dia pula menyepikan diri....
Ya Allah....
kenapa ini terjadi kepada ku....
kenapa bila saat ayah ku sudah terima dirinya....
Dia membuat aku dan keluarga ku begini......
Tertanya-tanya.....
Cuma ku harapkan...
dia boleh terima kekurangan diri keluarga ini seadanya....
Seperti dia menyanyangi keluarganya....
Ya Allah....
Aku ssedih dan sering kali air mata ini mengalir....
Begitu murah air mata ini....
Dari mata mengalir ke pipi lalu jatuh ke bumi.....
Terkenangkan ayah ku d kampung....
terkenangkan kemesraan bersama keluarganya...
Terkenangkan pertanyaan ayahnya...
tapi dia....
Ya Allah....
Aku lemah untuk menghadapinya...
Aku lemah bila mana berdepan dengan keluarga....
Aku lemah untuk tidak mengatakan tidak...
dan aku lemah menolaknya....
Ya Allah..
kau lembutkanlah atinya....
Kau permudahkan la urusan kami...
kerana aku sudah tidak mampu untuk menjawab setiap persoalan tentang kami oleh keluarga...
Ya Allah...
Salahkah jika sekadar merisik dahulu???
salahkah jika berjumpa dahulu....
salahkah jika berjumpa dahulu....
Untuk kepuasan hati keluarga....
Agar mereka tidak risau dan yakin....
Ya Allah...
Maafkan andai hati ini berburuk sangka padanya...
tapi.....
aku lemah...
lemah menhhadapi cobaan ini...
dengan kawannya mengatakan aku seperti wanita murahan....
aku terlalu mendesaknya....
aku pentingkan diri....
aku keliru dan lemah sangat...
Ya Allah...
bantulah aku....
Salahkah aku untuk mendapat kepastian???
Salahkah jika betul dia menginginkan ku....
Salahkah jika betul dia menginginkan ku....
Membawa keluarganya untuk bertemu keluarga ku,,
Hanya pertemuan biasa....
YA Allah...
betul begitu murah air mata ini...
sering saja ia mengalir tanpa d pinta....
Mengenankan keluarga ku d kampung...
Ayah ku yang sakit...
Ayahnya yang sakit....
Mereka yg mengambil berat tentang kami....
Tapi.....
Aku tidak dapat menunaikan hasrat mereka..
malah lagi mebuat mereka risau....
Ya Allah....
Kini aku makin mesra dengan keluarganya....
Kini, ayahku mengharapkan dirinya.....
ape yang perlu ku lakukan...
Ya Allah....
Hati ini jugak banyak terasa dengan tingkah nya...
Bila mana aku mahu menerima dan menetapkan....
Dia buang pula....
Bila mana...
keluarga sudah d temui...
kenapa dia berkata-kata...
markah di tolak...
Ya Allah...
kata-katanya itu membuatkan hati ku hancur luluh...
saja ku tahan air mata ku....
Mengenangkan ayahnya yang sentiasa tersenyum....
Tidak sanggup ku lukakan hati yang tak bersalah...
Ape lagi hati seorang bapa....
Ya Allah....
Andai dia buat ku...
Kau satukanlah haati kami....
Andai dia bukan buat ku...
Damaikanlah hati kami dengan rahmat mu....
Sabar dan tabahkanlah hati kami ini...
menerima ketentuan Mu dengan tabah...
* Pesanan dari mak : Harap dia boleh terima keluarga kita seadanya....
jangan jadi macam _____, kalau keluarga dia cepat je...
tapi kalau keluarga kita....
wat acuh tak acuh je...
* Pesanan dari mama : Angah, bila angah da kawin nanti...
ziarah la kedua2 keluarga.....
sayangi la keluarganya seperti keluarga sendiri...
Saturday, November 26, 2011
¤ Agar Aku Layak Untukmu ¤
Ketika aku menginginkan seorang yang mencintai aku dengan tulus,
seorang yang menerima aku dengan segala kekurangan,
seorang yang boleh menghargai perasaan aku,
seorang yang menjaga cinta aku.
sebenarnya, semua itu adalah soalan untuk aku sendiri.
Bolehkah aku menjadi orang yang seperti aku harapkan??
Jika tidak, maka aku tak layak mengharapkan orang yang baik seperti yang aku inginkan.
Untuk kekasihku nanti ..
Aku akan menjadi orang yang engkau harapkan,
sehingga aku layak menerima cintamu yang tulus.
Aku akan menghargai perasaanmu,
sehingga aku layak untuk kau hargai.
Aku tak meminta kau baik terhadapku, sebelum aku boleh menjadi orang yang baik untukmu.
Sungguh aku tak adil jika mengharapkan kau baik untukku.
Tetapi aku sendiri belum menjadi baik untukmu.
seorang yang menerima aku dengan segala kekurangan,
seorang yang boleh menghargai perasaan aku,
seorang yang menjaga cinta aku.
sebenarnya, semua itu adalah soalan untuk aku sendiri.
Bolehkah aku menjadi orang yang seperti aku harapkan??
Jika tidak, maka aku tak layak mengharapkan orang yang baik seperti yang aku inginkan.
Untuk kekasihku nanti ..
Aku akan menjadi orang yang engkau harapkan,
sehingga aku layak menerima cintamu yang tulus.
Aku akan menghargai perasaanmu,
sehingga aku layak untuk kau hargai.
Aku tak meminta kau baik terhadapku, sebelum aku boleh menjadi orang yang baik untukmu.
Sungguh aku tak adil jika mengharapkan kau baik untukku.
Tetapi aku sendiri belum menjadi baik untukmu.
Monday, October 31, 2011
Sentuhan Peribadi Rumah Tangga Moden
Selalu kita dengar orang menyebut-nyebut tentang ‘air tangan’ ibu. Masakan hasil sentuhan tangan ibu lebih sedap dan berkat.
Walaupun ibu masak gitu-gitu saja, letak bahan ala kadar, tapi anak-anak dan suami makan berselera. Sedap macam mana pun makanan di luar, sedap lagi masakan ibu di rumah.
Sebab apa? Sebab ibu masak dengan hati dan perasaan. Ibu niatkan di hati untuk sediakan hidangan yang terbaik dari sentuhan tangannya sendiri buat anak-anak dan suami. Perasaan kasih dan sayangnya tertumpah di situ – sambil dia memotong sayur, menyiang ikan, menggoreng, menumis dan sebagainya.
Ini menunjukkan kerja-kerja mengurus rumah tangga melibatkan jalinan emosi dan tautan hati. Ia bukan sekadar kerja fizikal. Oleh itu, baik sebuah keluarga itu ada pembantu rumah atau tanpa pembantu, sentuhan peribadi seorang isteri atau ibu sangat diperlukan. Kalau pun ada pembantu, ada kerja-kerja tertentu yang lebih sesuai isteri sendiri buat.
Bagi seorang wanita yang sudah berkeluarga, sememangnya dia berkewajipan menyibukkan diri mengurus rumah tangga dan anak-anaknya dengan tangannya sendiri. Sabda Rasulullah s.a.w.: "… dan seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka…"
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar r.a.)
Dalam suasana ramai wanita keluar bekerja pada hari ini, trend menghantar anak-anak ke nurseri atau mengambil pembantu rumah sudah jadi lumrah. Namun begitu, kemudahan nurseri atau khidmat pembantu rumah tidak seharusnya menyebabkan hilangnya sentuhan peribadi seorang isteri atau ibu di rumah.
Walau sibuk membantu suami mencari nafkah keluarga atau memberi sumbangan fardu kifayah kepada masyarakat, sentuhan tangan isteri tetap perlu dalam kerja-kerja di rumah. Ini terutamanya dalam kerja memasak, menghidang makanan, melayan suami, mengurus anak-anak dan sebagainya iaitu kerja-kerja yang melibatkan emosi. Di situ saluran bagi isteri atau ibu menumpahkan perasaan keibuan atau kewanitaannya.
Banyak kerja pengurusan rumah tangga sebenarnya menjadi saluran menjalin hubungan emosi dan tautan hati dengan suami dan anak-anak. Ia bukan sekadar saluran khidmat isteri kepada suami. Ini bermakna ada kerja yang boleh diserah kepada pembantu rumah atau pengasuh anak-anak tetapi ada yang tidak.
Katalah seorang wanita itu terlalu sibuk untuk memasak sendiri. Ada pembantu boleh tolong masakkan. Tetapi paling kurang, waktu menghidang dan mencedok makanan ke pinggan suami, isteri sendiri turun tangan. Begitu juga dalam menghidang minuman untuk suami. Kerja-kerja mudah dan layanan kepada suami yang mungkin dipandang remeh ini sebenarnya menyumbang kepada suasana kasih sayang dan membuatkan suami rasa tenteram di rumah.
Firman Allah:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan berasa tenteram kepadanya, dan dijadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…" (Ar-Rum: 21)
Kesan sentuhan tangan isteri dan ibu ini dapat dilihat pada perkara-perkara berikut:
1. Penyediaan makan minum sekeluarga
Oleh kerana isteri dan ibu tadi memasak "dengan hati dan perasaan", suami dan anak-anak dapat mencicip rasa kasih sayang yang ditumpahkan itu melalui hidangan yang dimakan. Di samping ada keberkatan pada makanan itu, ada kesan psikologi di sebaliknya. Ia membuatkan suami dan anak-anak semakin jatuh kasih pada isteri dan ibu mereka.
Lebih-lebih lagi jika sewaktu menyediakan makanan, sambil basuh beras atau menanak nasi, lidah isteri sentiasa basah dengan zikir dan selawat. Disertakan pula dengan niat untuk dapatkan keredhaan Allah, hidang makanan yang halal untuk keluarga, membahagiakan keluarga atau lain-lain niat yang murni. Pastilah bertambah keberkatannya.
Kesan ‘air tangan’ ibu akan lebih terasa bagi anak kecil yang disuapkan makanannya oleh ibu. Sesetengah ibu mengunyahkan makanan sebelum disuapkan ke mulut anak agar kasih sayangnya dapat berbaur sekali dengan air liurnya untuk dicicip oleh anak. Saya tidak pasti apakah ada bukti saintifik mengenai hubungkait air liur dengan jalinan kasih sayang ini tapi bukti pengalaman memang ada. Haiwan pun, misalnya kucing, jika diberi makan bekas kunyahan seseorang ia akan jatuh kasih pada orang itu.
2. Hidang minuman untuk suami
Waktu suami balik kerja, sedang duduk membaca di rumah atau baru selesai membersihkan halaman, siapa yang selalunya hidangkan air untuk suami? Perkara ini mungkin kecil tapi memberi kesan yang besar pada hubungan suami isteri. Tangan yang sering membawa hidangan minuman itu sebenarnya tempat tumpahnya kasih sayang suami. Jadi biarlah tangan itu milik isteri, bukan milik pembantu rumah.
3. Raikan suami dan anak-anak di muka pintu
Jika ini dilakukan, tidak timbul soal mengharapkan pembantu rumah untuk menutup pintu rumah atau pintu pagar selepas suami keluar bekerja atau anak-anak keluar ke sekolah. Isteri sendiri patut meraikan suami yang hendak keluar bekerja (jika isteri tidak bekerja). Anak-anak yang hendak melangkah keluar ke sekolah juga perlu diraikan di muka pintu oleh ibu mereka. Begitu juga sewaktu suami dan anak-anak balik. Cara ini akan memberi kesan psikologi yang amat mendalam di hati suami dan anak-anak.
Waktu Rasulullah s.a.w. balik dari Gua Hira’selepas menerima wahyu pertama, Sayidatina Khadijah r.ha menyambutnya di muka pintu. Dengan tangannya sendiri beliau menyelimutkan tubuh baginda dan menenangkan baginda. Dan pada paginya beliau keluar menemui sepupunya Warakah bin Naufal untuk menceritakan keadaan Rasulullah. Beliau tidak menghantar ‘posmen’ untuk menjemput Warakah datang walaupun beliau ada pembantu yang boleh disuruh untuk berbuat demikian. Sentuhan peribadi Khadijah ini sering mengusik kenangan Nabi s.a.w. lama selepas ketiadaannya.
4. Mandikan anak
Sentuhan lembut tangan ibu pada tubuh anak waktu dimandikan juga dapat mentautkan emosi ibu dan anak. Ada petua orang tua-tua yang menggalakkan ibu atau bapa membiarkan air mandiannya jatuh ke tubuh anak ketika mereka sama-sama mandi. Supaya anak jadi rapat dan mudah dengar kata.
5. Kejut anak bangun tidur
Mengejutkan anak untuk bangun Subuh adalah sebahagian dari agenda dalam pengurusan rumah tangga terutama bagi ibu bapa yang mempunyai anak di peringkat awal remaja. Waktu itu seorang ibu dapat memindahkan rasa sayangnya pada anak dengan memegang lembut sambil memicit-micit hujung kaki anak waktu mengejutkan mereka. Sentuhan tangan ibu yang dirasai oleh anak di permulaan hari pasti ada keberkatannya dan berbekas di hati anak. Terutama apabila dibisikkan sekali doa, zikir atau selawat di telinganya.
6. Penyediaan tempat tidur
Tempat tidur suami isteri sebaik-baiknya disediakan dan dikemas oleh isteri. Begitu juga tugas-tugas lain di bilik tidur suami isteri. Seboleh mungkin jangan diserahkan kepada pembantu rumah. Ia memerlukan sentuhan peribadi isteri kerana bilik tidur lazimnya menyimpan rahsia suami isteri. Di situ juga seharusnya tempat paling tenang, selesa dan ber‘privacy’ bagi suami isteri di dalam rumah selain dari ruang ibadah.
7. Menyelia kerja anak-anak
Anak-anak perlu dilibatkan dalam kerja pengurusan rumah tangga. Paling tidak kerja yang melibatkan keperluan mereka sendiri dan memenuhi keperluan ibu bapa sebagai khidmat bakti mereka. Ini memerlukan sentuhan peribadi seorang ibu dalam menyelia kerja anak-anak. Kadang-kadang ibu hanya perlu menunjuk ajar dan memantau dari dekat sambil anak-anak buat kerja seperti memasak, mencuci pakaian dan menyapu sampah. Dalam masa menunjuk ajar itu terjalin hubungan intim ibu-anak sambil anak dilatih berdikari dan berbakti. Sabda Nabi s.a.w.: "Semoga Allah memberikan kasih sayang kepada orang tua yang mendidik anaknya untuk berbakti kepada dirinya." (Riwayat Abu Asy-Syeikh)
Sering dikatakan bahawa "Tangan yang menghayun buaian mampu menggoncang dunia" dan "Di sebalik kejayaan seorang lelaki pasti ada wanita di belakangnya". Oleh itu jangan pandang kecil pada seorang suri rumah yang kerjanya setiap hari hanya mengurus rumah tangga.
Namanya mungkin tidak pernah disebut-sebut orang. Tetapi kejayaannya membereskan urusan-urusan rumah tangga melalui sentuhan peribadinya harus diberi penilaian yang tinggi. Kerana bermula dari suasana rumah tangga yang beres itu, dia mampu membentuk jiwa anak-anak yang cemerlang dan menjadi pendorong utama di belakang kejayaan suami di luar rumah.
Walaupun ibu masak gitu-gitu saja, letak bahan ala kadar, tapi anak-anak dan suami makan berselera. Sedap macam mana pun makanan di luar, sedap lagi masakan ibu di rumah.
Sebab apa? Sebab ibu masak dengan hati dan perasaan. Ibu niatkan di hati untuk sediakan hidangan yang terbaik dari sentuhan tangannya sendiri buat anak-anak dan suami. Perasaan kasih dan sayangnya tertumpah di situ – sambil dia memotong sayur, menyiang ikan, menggoreng, menumis dan sebagainya.
Ini menunjukkan kerja-kerja mengurus rumah tangga melibatkan jalinan emosi dan tautan hati. Ia bukan sekadar kerja fizikal. Oleh itu, baik sebuah keluarga itu ada pembantu rumah atau tanpa pembantu, sentuhan peribadi seorang isteri atau ibu sangat diperlukan. Kalau pun ada pembantu, ada kerja-kerja tertentu yang lebih sesuai isteri sendiri buat.
Bagi seorang wanita yang sudah berkeluarga, sememangnya dia berkewajipan menyibukkan diri mengurus rumah tangga dan anak-anaknya dengan tangannya sendiri. Sabda Rasulullah s.a.w.: "… dan seorang isteri adalah pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka…"
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar r.a.)
Dalam suasana ramai wanita keluar bekerja pada hari ini, trend menghantar anak-anak ke nurseri atau mengambil pembantu rumah sudah jadi lumrah. Namun begitu, kemudahan nurseri atau khidmat pembantu rumah tidak seharusnya menyebabkan hilangnya sentuhan peribadi seorang isteri atau ibu di rumah.
Walau sibuk membantu suami mencari nafkah keluarga atau memberi sumbangan fardu kifayah kepada masyarakat, sentuhan tangan isteri tetap perlu dalam kerja-kerja di rumah. Ini terutamanya dalam kerja memasak, menghidang makanan, melayan suami, mengurus anak-anak dan sebagainya iaitu kerja-kerja yang melibatkan emosi. Di situ saluran bagi isteri atau ibu menumpahkan perasaan keibuan atau kewanitaannya.
Banyak kerja pengurusan rumah tangga sebenarnya menjadi saluran menjalin hubungan emosi dan tautan hati dengan suami dan anak-anak. Ia bukan sekadar saluran khidmat isteri kepada suami. Ini bermakna ada kerja yang boleh diserah kepada pembantu rumah atau pengasuh anak-anak tetapi ada yang tidak.
Katalah seorang wanita itu terlalu sibuk untuk memasak sendiri. Ada pembantu boleh tolong masakkan. Tetapi paling kurang, waktu menghidang dan mencedok makanan ke pinggan suami, isteri sendiri turun tangan. Begitu juga dalam menghidang minuman untuk suami. Kerja-kerja mudah dan layanan kepada suami yang mungkin dipandang remeh ini sebenarnya menyumbang kepada suasana kasih sayang dan membuatkan suami rasa tenteram di rumah.
Firman Allah:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan berasa tenteram kepadanya, dan dijadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…" (Ar-Rum: 21)
Kesan sentuhan tangan isteri dan ibu ini dapat dilihat pada perkara-perkara berikut:
1. Penyediaan makan minum sekeluarga
Oleh kerana isteri dan ibu tadi memasak "dengan hati dan perasaan", suami dan anak-anak dapat mencicip rasa kasih sayang yang ditumpahkan itu melalui hidangan yang dimakan. Di samping ada keberkatan pada makanan itu, ada kesan psikologi di sebaliknya. Ia membuatkan suami dan anak-anak semakin jatuh kasih pada isteri dan ibu mereka.
Lebih-lebih lagi jika sewaktu menyediakan makanan, sambil basuh beras atau menanak nasi, lidah isteri sentiasa basah dengan zikir dan selawat. Disertakan pula dengan niat untuk dapatkan keredhaan Allah, hidang makanan yang halal untuk keluarga, membahagiakan keluarga atau lain-lain niat yang murni. Pastilah bertambah keberkatannya.
Kesan ‘air tangan’ ibu akan lebih terasa bagi anak kecil yang disuapkan makanannya oleh ibu. Sesetengah ibu mengunyahkan makanan sebelum disuapkan ke mulut anak agar kasih sayangnya dapat berbaur sekali dengan air liurnya untuk dicicip oleh anak. Saya tidak pasti apakah ada bukti saintifik mengenai hubungkait air liur dengan jalinan kasih sayang ini tapi bukti pengalaman memang ada. Haiwan pun, misalnya kucing, jika diberi makan bekas kunyahan seseorang ia akan jatuh kasih pada orang itu.
2. Hidang minuman untuk suami
Waktu suami balik kerja, sedang duduk membaca di rumah atau baru selesai membersihkan halaman, siapa yang selalunya hidangkan air untuk suami? Perkara ini mungkin kecil tapi memberi kesan yang besar pada hubungan suami isteri. Tangan yang sering membawa hidangan minuman itu sebenarnya tempat tumpahnya kasih sayang suami. Jadi biarlah tangan itu milik isteri, bukan milik pembantu rumah.
3. Raikan suami dan anak-anak di muka pintu
Jika ini dilakukan, tidak timbul soal mengharapkan pembantu rumah untuk menutup pintu rumah atau pintu pagar selepas suami keluar bekerja atau anak-anak keluar ke sekolah. Isteri sendiri patut meraikan suami yang hendak keluar bekerja (jika isteri tidak bekerja). Anak-anak yang hendak melangkah keluar ke sekolah juga perlu diraikan di muka pintu oleh ibu mereka. Begitu juga sewaktu suami dan anak-anak balik. Cara ini akan memberi kesan psikologi yang amat mendalam di hati suami dan anak-anak.
Waktu Rasulullah s.a.w. balik dari Gua Hira’selepas menerima wahyu pertama, Sayidatina Khadijah r.ha menyambutnya di muka pintu. Dengan tangannya sendiri beliau menyelimutkan tubuh baginda dan menenangkan baginda. Dan pada paginya beliau keluar menemui sepupunya Warakah bin Naufal untuk menceritakan keadaan Rasulullah. Beliau tidak menghantar ‘posmen’ untuk menjemput Warakah datang walaupun beliau ada pembantu yang boleh disuruh untuk berbuat demikian. Sentuhan peribadi Khadijah ini sering mengusik kenangan Nabi s.a.w. lama selepas ketiadaannya.
4. Mandikan anak
Sentuhan lembut tangan ibu pada tubuh anak waktu dimandikan juga dapat mentautkan emosi ibu dan anak. Ada petua orang tua-tua yang menggalakkan ibu atau bapa membiarkan air mandiannya jatuh ke tubuh anak ketika mereka sama-sama mandi. Supaya anak jadi rapat dan mudah dengar kata.
5. Kejut anak bangun tidur
Mengejutkan anak untuk bangun Subuh adalah sebahagian dari agenda dalam pengurusan rumah tangga terutama bagi ibu bapa yang mempunyai anak di peringkat awal remaja. Waktu itu seorang ibu dapat memindahkan rasa sayangnya pada anak dengan memegang lembut sambil memicit-micit hujung kaki anak waktu mengejutkan mereka. Sentuhan tangan ibu yang dirasai oleh anak di permulaan hari pasti ada keberkatannya dan berbekas di hati anak. Terutama apabila dibisikkan sekali doa, zikir atau selawat di telinganya.
6. Penyediaan tempat tidur
Tempat tidur suami isteri sebaik-baiknya disediakan dan dikemas oleh isteri. Begitu juga tugas-tugas lain di bilik tidur suami isteri. Seboleh mungkin jangan diserahkan kepada pembantu rumah. Ia memerlukan sentuhan peribadi isteri kerana bilik tidur lazimnya menyimpan rahsia suami isteri. Di situ juga seharusnya tempat paling tenang, selesa dan ber‘privacy’ bagi suami isteri di dalam rumah selain dari ruang ibadah.
7. Menyelia kerja anak-anak
Anak-anak perlu dilibatkan dalam kerja pengurusan rumah tangga. Paling tidak kerja yang melibatkan keperluan mereka sendiri dan memenuhi keperluan ibu bapa sebagai khidmat bakti mereka. Ini memerlukan sentuhan peribadi seorang ibu dalam menyelia kerja anak-anak. Kadang-kadang ibu hanya perlu menunjuk ajar dan memantau dari dekat sambil anak-anak buat kerja seperti memasak, mencuci pakaian dan menyapu sampah. Dalam masa menunjuk ajar itu terjalin hubungan intim ibu-anak sambil anak dilatih berdikari dan berbakti. Sabda Nabi s.a.w.: "Semoga Allah memberikan kasih sayang kepada orang tua yang mendidik anaknya untuk berbakti kepada dirinya." (Riwayat Abu Asy-Syeikh)
Sering dikatakan bahawa "Tangan yang menghayun buaian mampu menggoncang dunia" dan "Di sebalik kejayaan seorang lelaki pasti ada wanita di belakangnya". Oleh itu jangan pandang kecil pada seorang suri rumah yang kerjanya setiap hari hanya mengurus rumah tangga.
Namanya mungkin tidak pernah disebut-sebut orang. Tetapi kejayaannya membereskan urusan-urusan rumah tangga melalui sentuhan peribadinya harus diberi penilaian yang tinggi. Kerana bermula dari suasana rumah tangga yang beres itu, dia mampu membentuk jiwa anak-anak yang cemerlang dan menjadi pendorong utama di belakang kejayaan suami di luar rumah.
Sunday, September 25, 2011
Adakah itu Kamu????
Assalamualaikum wbt....
Salam 1 ummah buat para pembaca dan penziarah-penziarah ke blog ini... Saya mengucapkan ribuan terima kasih kpd semua dan syukur alhamdulillah ke hadrat Illahi kerana masih memberi pinjam kepada saya nikmat ini untuk saya menulis lagi blog apada malam ni :-)
Makin ramai dan makin selalu di dengari pasal perkahwinan, pertunangan, dan tak kan lepas jugak dari kisah penceraian, putus memutus, saman menyaman.... Hehe.... Ape la nak jadi dengan dunia sekarang ni ia .... pening dan sakit kepala juga memikio dan cuba mencari jalan penyelesaiannya...
Diri ini juga tak lepas dr d soal selidik, d soal siasat tentang masa depan... terumatanya pasal munakahat...
Bila lagi ni?? keje da ade...kete da ade....motor da ade...calon nya?? (tiada)...so cm ne saya nak ber"munakahat" :-)
Andai calonnya ade sekali pun, sudah bersediakah kami nak bertanggung jawab kepada satu sama lain??? kepada keluarga kami??? mampukah kami adil dalam menjaga ati2 keluarga??? sabar dan redha tika ujian melanda??? Ilmu d dada sudah mampu ke untuk kami bersabar???
Kini, memikir dan terus memikir..berdoa dan terus berdoa mendapat petunjuk dr Allah SWT, yang mana terbaik buat diriku, keluarga ku dan agama ku...
~~~~~~~~~~~~~~ Adakah itu kamu??????????~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Salam 1 ummah buat para pembaca dan penziarah-penziarah ke blog ini... Saya mengucapkan ribuan terima kasih kpd semua dan syukur alhamdulillah ke hadrat Illahi kerana masih memberi pinjam kepada saya nikmat ini untuk saya menulis lagi blog apada malam ni :-)
Makin ramai dan makin selalu di dengari pasal perkahwinan, pertunangan, dan tak kan lepas jugak dari kisah penceraian, putus memutus, saman menyaman.... Hehe.... Ape la nak jadi dengan dunia sekarang ni ia .... pening dan sakit kepala juga memikio dan cuba mencari jalan penyelesaiannya...
Diri ini juga tak lepas dr d soal selidik, d soal siasat tentang masa depan... terumatanya pasal munakahat...
Bila lagi ni?? keje da ade...kete da ade....motor da ade...calon nya?? (tiada)...so cm ne saya nak ber"munakahat" :-)
Andai calonnya ade sekali pun, sudah bersediakah kami nak bertanggung jawab kepada satu sama lain??? kepada keluarga kami??? mampukah kami adil dalam menjaga ati2 keluarga??? sabar dan redha tika ujian melanda??? Ilmu d dada sudah mampu ke untuk kami bersabar???
Kini, memikir dan terus memikir..berdoa dan terus berdoa mendapat petunjuk dr Allah SWT, yang mana terbaik buat diriku, keluarga ku dan agama ku...
~~~~~~~~~~~~~~ Adakah itu kamu??????????~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Friday, September 16, 2011
Takdir yang Dia tuliskan buatku…..
Hari ni kuberbicara….
Bicara yang amat halus…
Monolog antara aku dan aku…..
Kukatakan pada aku…
“apa engkau tahu,
betapa sayangnya Dia padamu?
betapa sayang dan rinduNya padamu?”
Lalu aku menjawab:
“Iya, kurasakan dan kunikmati rasa kasih sayang dan rinduNya padaku”
Aku bertanya:
“Apa buktinya engkau rasainya, sedang pintamu yang berkali-kali itu belum
Dia iyakan?”
Kukatakan pula:
“Aku yakin akan kasihnya, aku redha segalnya,
kerna kutahu rindunya Dia padaku hingga dibiarkan aku merayu-rayu meminta padaNya,
mengharap padanya yang Esa,
agar makin kukuh kasihku padaNya,
agar aku tidak berputus asa…
kerna kujuga tahu…
aku perlu yakin akan...
takdir yang Dia tuliskan buatku….
Bicara yang amat halus…
Monolog antara aku dan aku…..
Kukatakan pada aku…
“apa engkau tahu,
betapa sayangnya Dia padamu?
betapa sayang dan rinduNya padamu?”
Lalu aku menjawab:
“Iya, kurasakan dan kunikmati rasa kasih sayang dan rinduNya padaku”
Aku bertanya:
“Apa buktinya engkau rasainya, sedang pintamu yang berkali-kali itu belum
Dia iyakan?”
Kukatakan pula:
“Aku yakin akan kasihnya, aku redha segalnya,
kerna kutahu rindunya Dia padaku hingga dibiarkan aku merayu-rayu meminta padaNya,
mengharap padanya yang Esa,
agar makin kukuh kasihku padaNya,
agar aku tidak berputus asa…
kerna kujuga tahu…
aku perlu yakin akan...
takdir yang Dia tuliskan buatku….
Luahan ati...lelaki d akhir zaman ini...
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya
Keberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir
Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya
Keberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat
Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir
Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..
Tuesday, September 6, 2011
Alhamdulillah.....syukur sangat2
Assalamualaikum sebagai pembuka bicara...
Saya just nak ucapkan bebanyak syukur dan terima kasih kepada Allah SWT kerana menyanyangi ku dengan memberi ujian dan menyedarkan diri ini, tika diri ini leka, lalai dan cuai...
Allah tidak membiarkan saya terus lupa, alpa dengan cinta dunia....
Alhamdulillah, syukur sangat3....
Kini, saya lebih yakin, lebih sayang dan cinta pada Allah.....
Tiada cinta lain yang dapat menghalang saya dari mencintai Allah dan memilih mu sebagai teman ku kerana Allah...bukan hartamu, bukan rupa mu, bukan pangkat mu, tapi agama mu, tapi ati mu,...
Ati yang ikhlas menerima ku seadanya,...
Ati yang penuh dengan cinta Allah, bukan ati yang bersedih kerana cinta dunia ape lagi kerana kekecewaan...
Kau tetap ku anggap sahabat, kau tetap ku kenang sebagai sahabat yang sudi membantu ku....
Kau tetap sahabat ku dunia dan akhirat...
Tapi, aku telah memilih untuk mencari cinta Allah dari mengharapkan cintamu....
Tanpa cinta dari Allah, tak bermakna pun cinta mu buat ku....
p/s : dott....dott....dot...
i hate u because i luv Allah, i luv Islam, i luv my family ;-) <3 <3 <3
3 kata (nyanyian KRU) hihii
Saya just nak ucapkan bebanyak syukur dan terima kasih kepada Allah SWT kerana menyanyangi ku dengan memberi ujian dan menyedarkan diri ini, tika diri ini leka, lalai dan cuai...
Allah tidak membiarkan saya terus lupa, alpa dengan cinta dunia....
Alhamdulillah, syukur sangat3....
Kini, saya lebih yakin, lebih sayang dan cinta pada Allah.....
Tiada cinta lain yang dapat menghalang saya dari mencintai Allah dan memilih mu sebagai teman ku kerana Allah...bukan hartamu, bukan rupa mu, bukan pangkat mu, tapi agama mu, tapi ati mu,...
Ati yang ikhlas menerima ku seadanya,...
Ati yang penuh dengan cinta Allah, bukan ati yang bersedih kerana cinta dunia ape lagi kerana kekecewaan...
Kau tetap ku anggap sahabat, kau tetap ku kenang sebagai sahabat yang sudi membantu ku....
Kau tetap sahabat ku dunia dan akhirat...
Tapi, aku telah memilih untuk mencari cinta Allah dari mengharapkan cintamu....
Tanpa cinta dari Allah, tak bermakna pun cinta mu buat ku....
p/s : dott....dott....dot...
i hate u because i luv Allah, i luv Islam, i luv my family ;-) <3 <3 <3
3 kata (nyanyian KRU) hihii
Monday, September 5, 2011
Bukan mengharamkan cinta
Persoalan-persoalan yang mencucuk mereka yang meninggalkan couple, mereka akan mengingat bahawa mereka ini mengharamkan cinta mereka. Ya, cinta mereka suci, ikhlas.
Di sini, ketahuilah bahawa, kita tidak mengharamkan cinta. Tidak salah menyukai lelaki atau perempuan. Cuma di sini, kita mahu jalan yang Allah redha. Bukannya kita break up. Kalau suka, betul-betul cinta, teruskan. Cuma teruskan di atas jalan yang Allah redha.
Sebenarnya, kalau betul-betul suka, cakap suka. Pergi confess pada mak ayahnya. Yang perempuan, minta lelakinya bergerak cepat sikit, bagitahu mak ayah. Tunang dulu ke kalau rasa lambat lagi nak kahwin. Tunjukkan keseriusan anda.
Selepas tu, nak dating, sila la dating dengan keluarga. Bukan tak boleh. Keluarga lelaki, keluarga perempuan, pergi keluar makan sama-sama. Kalau rindu, pergi ziarah rumah. Cakap kat keluarga perempuan, kata nak datang. Yang perempuan, kalau rindu sangat, cucuk-cucuk la mak ayah suruh ziarah.
Tak ada masalah. Cinta bukan diharamkan. Teruskan. Sila teruskan. Cuma sekarang ni, kita nak cinta kita diredhai Allah. Kalau nak Allah redha, takkan kita nak calarkan cinta kita dengan perkara yang Allah murka? Islam ada bagi cara, kita guna cara yang Islam bagi.
Rindu sangat
Ini satu lagi fenomena biasa terjadi. Ya la, dulu hari-hari jumpa, ada event apa-apa mesti bersama. Mesti la ada memori-memori indah.
Rindu ni lumrah orang berjauhan la. Lagi rindu, lagi bertambah sayang. Tahan sikit je kalau serius nak kahwin. Dan macam saya cakap tadi, bukan tak boleh jumpa langsung. Ajak la keluarga ziarah ke, ajak keluarga keluar makan ke, atur la elok-elok. Bukan haram jumpa langsung.
“Rindu sangat ni, rindu sangat sampai nak jumpa dua-dua”
Aha… Best perasaan ni. Apa kata, kita tahan rindu kita dua tiga tahun, kemudian duduk la dua-dua sampai mati. Ah.. bukan sampai mati, maaf, sampai ke syurga, selama-lamanya. Ya la, bila kita bangunkan cinta kita atas apa yang Allah redha, pastinya kita akan mendorong diri kita dan pasangan kita ke syurga-Nya.
Susah-susah sangat, kahwin. Buat apa la tunggu lama-lama, main rindu-rindu jauh ni.
Kalau ada kekangan untuk berkahwin, sabar. Cuba selesaikan apa yang mengekang anda dari berkahwin itu. Sementara itu aturlah cara yang syara’ untuk berjumpa.
Tak ada masalah.
Ingat Allah
Ada orang, dia meluat kalau kita pesan kat dia supaya dia ingat Allah SWT.
Tapi saya nak kata apa? Kalau kita tinggalkan couple kerana Allah, nak dapat redha Allah, maka bila kita rasa nak kembali kepada couple, kita kena ingat Allah SWT yang menjadi matlamat kita meninggalkan couple tadi.
Allah ni, tak ada la zalim. Kita ni je yang zalim diri kita. Allah, Dia nak bagi kita sama-sama dengan pasangan kita sampai ke syurga, selama-lamanya bersama. Tapi, kita tak sabar, kita zalim pada diri kita, lantas kita dengan pasangan kita,paling lama pun sampai mati, kemudian di akhirat, terpisah-pisah. Apa best?
Allah halang kita dari dekati zina, bukan suka-suka. Kita dah nampak hari ini, lambakan anak luar nikah. Kita nak ke macam itu?
“Kami couple je bang, mana ada apa-apa”
Ya. Hari ini. Semalam. Esok siapa tahu? Kalau melintas jalan pun kena tengok kiri kanan takut dilanggar, berhati-hati, lagi la dalam hal masa hadapan dan kekeluargaan. Kena perhatikan semua benda. Tak kesian ke dengan baby? Ni bercinta betul ke, main-main?
Di sini, ketahuilah bahawa, kita tidak mengharamkan cinta. Tidak salah menyukai lelaki atau perempuan. Cuma di sini, kita mahu jalan yang Allah redha. Bukannya kita break up. Kalau suka, betul-betul cinta, teruskan. Cuma teruskan di atas jalan yang Allah redha.
Sebenarnya, kalau betul-betul suka, cakap suka. Pergi confess pada mak ayahnya. Yang perempuan, minta lelakinya bergerak cepat sikit, bagitahu mak ayah. Tunang dulu ke kalau rasa lambat lagi nak kahwin. Tunjukkan keseriusan anda.
Selepas tu, nak dating, sila la dating dengan keluarga. Bukan tak boleh. Keluarga lelaki, keluarga perempuan, pergi keluar makan sama-sama. Kalau rindu, pergi ziarah rumah. Cakap kat keluarga perempuan, kata nak datang. Yang perempuan, kalau rindu sangat, cucuk-cucuk la mak ayah suruh ziarah.
Tak ada masalah. Cinta bukan diharamkan. Teruskan. Sila teruskan. Cuma sekarang ni, kita nak cinta kita diredhai Allah. Kalau nak Allah redha, takkan kita nak calarkan cinta kita dengan perkara yang Allah murka? Islam ada bagi cara, kita guna cara yang Islam bagi.
Rindu sangat
Ini satu lagi fenomena biasa terjadi. Ya la, dulu hari-hari jumpa, ada event apa-apa mesti bersama. Mesti la ada memori-memori indah.
Rindu ni lumrah orang berjauhan la. Lagi rindu, lagi bertambah sayang. Tahan sikit je kalau serius nak kahwin. Dan macam saya cakap tadi, bukan tak boleh jumpa langsung. Ajak la keluarga ziarah ke, ajak keluarga keluar makan ke, atur la elok-elok. Bukan haram jumpa langsung.
“Rindu sangat ni, rindu sangat sampai nak jumpa dua-dua”
Aha… Best perasaan ni. Apa kata, kita tahan rindu kita dua tiga tahun, kemudian duduk la dua-dua sampai mati. Ah.. bukan sampai mati, maaf, sampai ke syurga, selama-lamanya. Ya la, bila kita bangunkan cinta kita atas apa yang Allah redha, pastinya kita akan mendorong diri kita dan pasangan kita ke syurga-Nya.
Susah-susah sangat, kahwin. Buat apa la tunggu lama-lama, main rindu-rindu jauh ni.
Kalau ada kekangan untuk berkahwin, sabar. Cuba selesaikan apa yang mengekang anda dari berkahwin itu. Sementara itu aturlah cara yang syara’ untuk berjumpa.
Tak ada masalah.
Ingat Allah
Ada orang, dia meluat kalau kita pesan kat dia supaya dia ingat Allah SWT.
Tapi saya nak kata apa? Kalau kita tinggalkan couple kerana Allah, nak dapat redha Allah, maka bila kita rasa nak kembali kepada couple, kita kena ingat Allah SWT yang menjadi matlamat kita meninggalkan couple tadi.
Allah ni, tak ada la zalim. Kita ni je yang zalim diri kita. Allah, Dia nak bagi kita sama-sama dengan pasangan kita sampai ke syurga, selama-lamanya bersama. Tapi, kita tak sabar, kita zalim pada diri kita, lantas kita dengan pasangan kita,paling lama pun sampai mati, kemudian di akhirat, terpisah-pisah. Apa best?
Allah halang kita dari dekati zina, bukan suka-suka. Kita dah nampak hari ini, lambakan anak luar nikah. Kita nak ke macam itu?
“Kami couple je bang, mana ada apa-apa”
Ya. Hari ini. Semalam. Esok siapa tahu? Kalau melintas jalan pun kena tengok kiri kanan takut dilanggar, berhati-hati, lagi la dalam hal masa hadapan dan kekeluargaan. Kena perhatikan semua benda. Tak kesian ke dengan baby? Ni bercinta betul ke, main-main?
Kena serius la
Nak istiqomah tinggal couple ni, selain melihat kembali niat kita, kita kena serius la tinggal tu. Nak serius tinggal, kita kena ada beberapa perkara lagi kita kena serius:
1. Serius nak dapat redha Allah.
2. Serius nak bercinta dengan betul.
3. Serius nak bina masa hadapan dengan baik.
4. Serius jaga maruah dan harga diri.
5. Serius segala perkara.
Saya rasa, kalau kita mendalami 1-5 ni, kita akan istiqomah untuk tidak bercouple, dan meninggalkan couple. Kalau serius la. Kalau tak serius, memang la kita nak buat.
Ya la, kalau serius nak dapat redha Allah, kenapa buat benda yang Allah tak suka?
Kalau serius nak cinta betul-betul, kenapa memurahkan cinta kita?
Kalau serius nak membina masa hadapan dengan baik, kenapa tak boleh berdisiplin dan bertahan sedikit?
Kalau serius nak menjaga maruah dan harga diri, kenapa kita pula macam promosi diri kita agar maruah dan harga diri kita tercalar?
Kalau lah kita ini serius dalam semua perkara, kita betul-betul nak hidup dengan baik, kenapa kita dedahkan diri kita dari kehancuran?
Jangan tunggu kita dah tersilap, baru kita nak cakap: “Aiseh, dulu ada dah orang tegur aku, kenapa aku tak dengar?”
Yang dah tinggal couple tu, tak payah kembali la. Fikir-fikir balik, anda sudah berjaya, kenapa anda hendak menggagalkan diri anda semula?
Kalau betul kita serius, kita akan usaha. Tak ada bagi alasan-alasan. Sebab itu, yang saya cakap dalam Bukan Mengharamkan Cinta, Rindu Sangat, dan Ingat Allah itu, hanya yang betul-betul serius sahaja yang boleh buat. Yang main-main, bye-bye la.
Penutup: Teruskan kejayaan anda
Bagi yang tak bercouple, atau dah tinggal couple, teruskan kejayaan anda. Bagi yang masih bercouple, tak mengapa, perlahan-lahan usaha tinggal. Jangan risau. Saya tidak menyisihkan anda. Cuma saya mengingatkan sahaja. Kita ni manusia, mana tahu apa nak jadi pada kita. Sebab itu orang pandai kata: Mencegah lebih baik dari mengubati. Cegah, penyakit tu tak kena pada kita. Mengubati, penyakit tu dah kena pada kita. Ada bezanya ya.
Fikir-fikir la. Couple ni asasnya apa? Cinta? Ya ke cinta? Ke lebih kepada seronok-seronok nak happy-happykan diri sendiri sahaja?
Bukan la tak couple maksudnya tak cinta. Cinta anda, tidak gagal dengan tidak bercouple.
Jangan susah hati. Kata nak redha Allah. Tahu tak bahawa, cinta tu, Allah yang cipta?
Aha…
Teruskan kejayaan anda. Kejar redha Allah dalam semua lapangan. Belajar, kerja, hatta cinta.
Kita nak, cinta kita ini pun Allah kira.
Subscribe to:
Posts (Atom)











